Di era media sosial, pencapaian terasa semakin dekat dan sekaligus semakin menekan. Kita melihat teman sebaya mendapat promosi, membangun bisnis, atau terlihat “sukses” di usia yang terasa masih sangat muda. Tanpa sadar, kita mulai bertanya pada diri sendiri: aku ketinggalan sejauh apa?
Bagi banyak perempuan, pertanyaan itu tidak datang sekali dua kali. Ia hadir pelan-pelan, lalu menetap. Membuat kita merasa seolah hidup dan karier adalah perlombaan yang harus dimenangkan secepat mungkin.
Padahal, karier bukan lomba cepat-cepatan.
Tekanan untuk Cepat Sukses di Usia Muda
Narasi tentang sukses sering dibingkai dengan kecepatan. Lulus tepat waktu, kerja cepat naik jabatan, mencapai stabilitas finansial sebelum usia tertentu. Ukuran-ukuran ini lalu menjadi standar tak tertulis yang menekan, terutama bagi perempuan.
Perempuan tidak hanya berhadapan dengan tuntutan profesional, tapi juga ekspektasi sosial. Di usia tertentu, ada pertanyaan lain yang ikut menyusul tentang pernikahan, keluarga, dan pilihan hidup personal. Semua seakan datang bersamaan, tanpa memberi ruang untuk bernapas.
Akibatnya, banyak perempuan merasa harus mengejar semuanya sekaligus, takut tertinggal jika melambat.
Setiap Perempuan Memulai dari Titik yang Berbeda
Tidak semua perempuan memulai karier dari garis start yang sama. Ada yang harus bekerja sambil membantu keluarga, ada yang sempat berhenti karena alasan kesehatan, ada pula yang baru menemukan minatnya setelah mencoba beberapa bidang.
Membandingkan perjalanan karier tanpa melihat konteks hanya akan melahirkan rasa tidak adil terutama pada diri sendiri.
Timeline hidup bukan sekadar soal usia atau jabatan. Ia dibentuk oleh latar belakang, kesempatan, pilihan, dan keberanian untuk bertahan di masa-masa sulit. Dan semua itu berbeda untuk setiap orang.
Yang Perlu Dibandingkan Bukan Orang Lain, Tapi Diri Kita Sendiri
Jika ada satu perbandingan yang masih relevan, itu bukan dengan pencapaian orang lain, melainkan dengan diri kita di masa lalu.
Apakah hari ini kita lebih berani mengambil keputusan?
Lebih mengenal batas diri?
Lebih jujur tentang apa yang benar-benar kita inginkan?
Pertumbuhan tidak selalu terlihat dalam bentuk jabatan, gaji, atau pengakuan publik. Kadang ia hadir dalam keberanian berkata tidak, memilih ulang arah karier, atau bertahan di fase yang tidak mudah.
Dan jika hari ini kita sedikit lebih sadar, lebih kuat, atau lebih tenang dibandingkan diri kita beberapa tahun lalu itu sudah merupakan bentuk kemajuan yang nyata.
Melambat Bukan Berarti Gagal
Dalam budaya yang memuja kecepatan, melambat sering dianggap sebagai kegagalan. Padahal, melambat bisa menjadi bentuk kejelasan.
Ada perempuan yang memilih bertahan lebih lama di satu posisi untuk belajar. Ada yang pindah jalur karier demi kesehatan mental. Ada yang mengambil jeda untuk mengenal dirinya sendiri lebih baik.
Keputusan-keputusan ini mungkin tidak terlihat impresif di media sosial, tapi sangat berarti bagi kehidupan nyata. Karier yang sehat tidak selalu yang paling cepat naik, tapi yang memungkinkan seseorang tumbuh tanpa kehilangan diri sendiri.
Belajar Mendefinisikan Sukses Versi Diri Sendiri
Sukses tidak harus selalu berbentuk jabatan tinggi atau penghasilan besar. Bagi sebagian perempuan, sukses berarti bekerja di lingkungan yang aman. Bagi yang lain, sukses adalah memiliki waktu untuk hidup di luar pekerjaan.
Saat kita berhenti mengejar definisi sukses orang lain, kita mulai bisa mendengarkan kebutuhan diri sendiri. Di situlah karier berubah dari ajang pembuktian menjadi bagian dari kehidupan yang lebih utuh.
Tidak ada satu ukuran yang berlaku untuk semua perempuan.
Memberi Ruang pada Diri Sendiri untuk Bertumbuh
Setiap fase hidup membawa pelajaran yang berbeda. Ada masa untuk mencoba, gagal, ragu, dan bangkit kembali. Semua itu adalah bagian sah dari perjalanan karier.
Memberi ruang pada diri sendiri berarti mengakui bahwa kita sedang berada di timeline yang tepat meski tidak terlihat sempurna di mata orang lain.
Karier bukan lomba cepat-cepatan. Ia adalah perjalanan panjang yang seharusnya memberi ruang bagi perempuan untuk tumbuh, berubah, dan memilih ulang tanpa rasa bersalah.
Dan bagi kamu, perempuan, teruslah berjalan denga ritmemu, tanpa perbandingan, dan tetaplah jujur pada diri sendiri.
Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Okatoverse-Bisnis, berdasarkan riset dan referensi terpercaya.